Dosa yg lebih besar dari berzina

Pada suatu senja yang lenggang, terlihat seorang wanita
berjalan terhuyung-huyung. Pakaianya yang serba hitam menandakan bahwa ia berada dalam dukacita yang mencekam.
Kerudungnya menagkup rapat hampir seluruh wajahnya. Tanpa hias muka atau perhiasan menempel di tubuhnya. Kulit yang bersih, badan yang ramping dan roman mukanya yang ayu, tidak dapat menghapus kesan kepedihan yang tengah meruyak hidupnya. Dia melangkah terseret-seret mendekati kediaman rumah Nabi Musa a.s.

Diketuknya pintu pelan-pelan sambil mengucapkan uluk salam.Maka terdengarlah ucapan dari dalam “Silakan masuk”. Perempuan cantik itu lalu berjalan masuk sambil kepalanya terus merunduk. Air matanya berderai tatkala ia berkata, “Wahai Nabi Allah. Tolonglah saya. Doakan saya agar Tuhan berkenan mengampuni dosa keji saya.

“Apakah dosamu wahai wanita ayu?” tanya Nabi Musa a.s. terkejut. “Saya takut mengatakannya. “jawab wanita cantik. “Katakanlah jangan ragu-ragu!” desak Nabi Musa.Maka perempuan itupun terpatah bercerita, “Saya… telah berzina. “Kepala Nabi Musa terangkat,hatinya tersentak. Perempuan itu meneruskan, “Dari perzinaan itu saya pun… lantas hamil. Setelah anak itu lahir,langsung saya… cekik lehernya sampai… tewas,” ucap wanita itu seraya menangis sejadi-jadinya. Nabi Musa berapi-api matanya. Dengan muka berang ia mengherdik, “Perempuan bejad, enyah kamu dari sini! Agar siksa Allah tidak jatuh ke dalam rumahku karena perbuatanmu. Pergi!”… teriak Nabi Musa sambil memalingkan mata karena jijik.

Perempuan berwajah ayu dengan hati bagaikan kaca membentur batu, hancur luluh segera bangkit dan melangkah surut. Dia terantuk-antuk keluar dari dalam rumah Nabi Musa. Ratap tangisnya amat memilukan. Ia tak tahu harus kemana lagi hendak mengadu. Bahkan ia tak tahu mau dibawa ke mana lagi kaki-kakinya. Bila seorang Nabi saja sudah menolaknya, bagaimana pula manusia lain bakal menerimanya? Terbayang olehnya betapa besar dosanya, betapa jahat perbuatannya. Ia tidak tahu bahwa sepeninggalnya, Malaikat Jibril turun mendatangi Nabi Musa. Sang Ruhul Amin Jibril lalu bertanya, “Mengapa engkau menolak seorang wanita yang hendak bertaubat dari dosanya?
Tidakkah engkau tahu dosa yang lebih besar daripadanya.

Nabi Musa terperanjat. “Dosa apakah yang lebih besar dari kekejian wanita pezina dan pembunuh itu?” Maka Nabi Musa dengan penuh rasa ingin tahu bertanya kepada Jibril. “Betulkah ada dosa yang lebih besar daripada perempuan yang nista itu?”

” Ada !” jawab Jibril dengan tegas. “Dosa apakah itu?” tanya Musa kian penasaran.”Orang yang meninggalkan sholat dengan sengaja dan tanpa menyesal. Orang itu dosanya lebih besar dari pada seribu kali berzina”.Mendengar penjelasan ini Nabi Musa kemudian memanggil wanita tadi untuk menghadap kembali kepadanya. Ia mengangkat tangan dengan khusuk untuk memohonkan ampunan kepada Allah untuk perempuan tersebut.

Nabi Musa menyadari, orang yang meninggalkan sembahyang dengan
sengaja dan tanpa penyesalan adalah sama saja seperti berpendapat
bahwa sembahyang itu tidak wajib dan tidak perlu atas dirinya.
Bererti ia seakan-akan menganggap remeh perintah Tuhan, bahkan seolah-olah menganggap Tuhan tidak punya hak untuk mengatur dan memerintah hamba-Nya. Sedang orang yang bertobat dan menyesali dosanya dengan sungguh-sungguh berarti masih mempunyai iman di dadanya dan yakin bahwa Allah itu berada di jalan ketaatan
kepada-Nya. Itulah sebabnya Tuhan pasti mau menerima kedatangannya.
(Dikutip dari buku 30 kisah teladan – KH Abdurrahman Arroisy

Dalam hadis Nabi SAW disebutkan : Orang yang meninggalkan sholat lebih besar dosanya dibanding dengan orang yang membakar 70 buah Al-Qur’an,membunuh 70 nabi dan bersetubuh dengan ibunya di dalam Ka’bah.

Dalam hadis yang lain disebutkan bahwa orang yang meninggalkan sholat sehingga terlewat waktu, kemudian ia mengqadanya, maka ia akan disiksa dalam neraka selama satu huqub.Satu huqub adalah delapan puluh tahun. Satu
tahun terdiri dari 360 hari, sedangkan satu hari diakherat perbandingannya adalah seribu tahun di dunia. Demikianlah kisah Nabi Musa dan wanita pezina dan dua hadis Nabi, mudah-mudahan menjadi pelajaran bagi kita dan timbul niat untuk melaksanakan kewajiban sholat dengan istiqomah.

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang
menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali Imran 104:105)

“Qul, Amantu bil-Lahi, tsumnas-taqim” Katakanlah! Aku
percaya kepada Allah dan kemudian pegang teguhlah pendirian itu.

Cuba bayangkan kalo kita dah la zina,pastu tinggal solat tanpa rasa apa2..Nauzubillah mintak jauh laa..

Pengemis Buta Dan Rasulullah S.A.W

Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap
harinya
selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya,
Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu
pembohong,
dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan
dipengaruhinya.

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan
makanan,
dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang
dibawanya
kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang
menyuapinya
itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari
sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan
makanan setiap
pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat
Rasulullah SAW yakni
Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak
bukan merupakan
isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku,
adakah kebiasaan
kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan
hampir tidak ada
satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja.
Apakah Itu?, tanya Abubakar RA.
Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan
membawakan
makanan untuk
seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA.

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk
diberikan kepada
pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan
itu kepadanya.
Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik,
Siapakah kamu?
Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau).
Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si
pengemis
buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak
susah mulut ini mengunyah.
Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku,
tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut,
setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata
kepada pengemis itu,
Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah
seorang
dari sahabatnya,
orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar
RA, dan kemudian berkata,
Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya,
ia tidak pernah memarahiku sedikitpun,
ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA
saat itu juga
dan sejak hari itu menjadi muslim.

Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah
SAW?
Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau?
Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah
baiknya kita berusaha
meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup
melakukannya.

Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai
Rasulullahmu. ..

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya?
MasyaAllah.. ..macam meter taxi…jalan terus.

Sadaqah Jariah – Kebajikan yang tak berakhir.

1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan
hasanah.

2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda
dapat hasanah.

4. Bantu pendidikan seorang anak.

5. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, Anda dapat
hasanah.

6. Bagi CD Quran atau Do’a.

7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.

8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.

9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung
dibawahnya, Anda dapat hasanah.

10. Cuba sampaikan perkara diatas. Jika seseorang menjalankan salah satu dari hal diatas,Anda dapat hasanah sampai hari Qiamat.

Insya-Allah…

Rezeki Ada Dimana-Mana

Rezeki ada dimana-mana.

SECARA umumnya, ramai umat muslim Melayu di negara ini biasa mendengar perkataan atau istilah “tauhid” yang merujuk kepada keesaan Tuhan.

Tuhan itu tunggal, esa, dan tidak ada persamaan dengan segala makhluk yang wujud di seluruh alam ini, yang mampu terfikir oleh manusia walaupun mereka seluruhnya bersatu untuk memikirkannya. Selain itu, Tuhan amat berkuasa atas segala sesuatu. Setiap fenomena yang berlaku di dalam alam maya ini adalah dengan kehendak dan keizinan-Nya. Dan dalam hal ini, pembangunan ekonomi tidak terkecuali.

Pembangunan ekonomi individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara juga berlaku atas kehendak dan izin Tuhan. Maka dengan pendahuluan yang ringkas ini penulis merasakan wujud hubungkait di antara pengertian tentang tauhid dengan pembangunan ekonomi terutamanya di peringkat individu dan keluarga.

Seterusnya, mari kita lakukan penelitian yang lebih mendalam tentang konsep tauhid dalam konteks menambahkan pendapatan kendiri, keluarga, peningkatan ekonomi dan lain-lain aspek berkaitan dengan pembangunan ekonomi atau iktisas dalam kehidupan kita seharian.

Cuba kita teliti konsep “ar-Razzaq” iaitu satu daripada 99 nama atau gelaran Tuhan yang tercantik. Mengikut pengertian penulis, ar-Razzaq bermaksud pemberi rezeki iaitu Tuhan yang maha pemurah sentiasa memberi rezeki kepada hamba-hamba-Nya terutama hamba yang bergelar manusia. Jadi sekarang, bagaimanakah konsep ini diaplikasi dalam kehidupan seharian kita sebagai manusia.

Lazimnya dalam kehidupan seharian kita, kita mendapat rezeki melalui pekerjaan. Kita melakukan pekerjaan dan mendapat pulangan (rezeki) kewangan.

Dengan pulangan kewangan, kita berbelanja membeli pelbagai keperluan kehidupan seperti makanan, tempat tinggal, pakaian, kenderaan dan pelbagai keperluan lain yang relevan dengan kehidupan kita.

Bagi mereka yang berfikiran jauh dan tajam akan membuat persiapan menghadapi hari tua dan menyediakan tabungan untuk anak generasi yang tercinta. Melalui proses dan aktiviti-aktiviti kehidupan sebegini, kehidupan kita boleh dirancang dan tindakan yang wajar boleh diambil atau dilakukan untuk memperoleh kehidupan yang normal dan sempurna.

Bagaimanapun, senario kehidupan kita tidaklah selalunya normal dan sempurna seperti yang digambarkan di atas. Memang wujud liku-liku kesukaran atau gelombang dalam kehidupan seharian kita. Kita ada mendengar ungkapan seperti “asam garam hidup” untuk menggambarkan halangan yang perlu dihadapi oleh setiap manusia dalam menempuh proses kehidupan ini.

Begitu juga dengan ungkapan life struggle yang cuba menggambarkan usaha-usaha manusia yang berterusan untuk melangsungkan kehidupan ini. Untuk menerangkan hakikat ini, cuba kita ambil satu contoh fenomena yang terserlah di hadapan mata kita iaitu pengangguran di kalangan graduan.

Jadi apa pula perhubungan di antara fenomena yang sedang diperkatakan ini dengan sifat ar-Razzaq Tuhan? Adakah ini bermaksud rezeki yang diberikan Tuhan kepada makhluk-Nya tidak mencukupi?

Habuan,sekiranya mencukupi, mengapa terdapat orang yang tidak mendapat pekerjaan, lalu tidak bekerja untuk mendapatkan habuan demi untuk menyara kehidupan kendiri, tanggungan dan anak-pinak termasuk keluarga sendiri?

Persoalan yang lebih teruk lagi ialah mengapa wujudnya fenomena kemiskinan kemelaratan, kesengsaraan, dan kelaparan di kalangan manusia? Kita akan cuba huraikan permasalahan yang ditimbulkan ini satu-persatu.

Saranan seorang ulama ulung nusantara, Allahyarham Pak Hamka sewajarnya menjadi perhatian. Mengikut Pak Hamka, rezeki Tuhan itu ada di mana-mana asalkan kita sanggup berusaha dan bekerja keras untuk mencarinya. Saranan itu disokong oleh seorang profesor berbangsa Korea yang menyatakan dalam sebuah bukunya bahawa kekayaan berada di mana-mana.

Persoalan logik yang timbul ialah mengapa wujud fenomena graduan menganggur yang bergantung kepada ibu-bapa dan tidak berupaya langsung menyara diri sendiri, bahkan jauh sekali untuk membantu orang lain.

Ramai yang memperkatakan fenomena itu berlaku disebabkan oleh faktor-faktor antara lain terlalu memilih pekerjaan, pekerjaan tidak sesuai dengan bidang pengajian di universiti tidak berinisiatif dan tidak menguasai sepenuhnya bahasa Inggeris untuk jawatan yang lebih profesional.

Jadinya, penyebab kepada pengangguran ialah aspek-aspek yang diperkatakan di atas dan bukannya tiada kedapatan rezeki. Memperhalusi hakikat ini, maka kita boleh sampai kepada kesimpulan bahawa memang wujud pekerjaan untuk kita berusaha mencarinya demi menyara hidup diri sendiri dan juga keluarga.

Maka benarlah ungkapan Pak Hamka bahawa “memang wujud rezeki di mana-mana” sekiranya kita rajin dan tekun berusaha mencarinya. Seterusnya timbul persoalan mengapa menganggur? Jawapannya adalah jelas, tepuk dada tanya iman.

Persoalan seterusnya ialah mengapa wujud kemiskinan, kemelaratan, kesengsaraan, kesusahan dan pelbagai macam angkara pemusnah dalam sesebuah negara?

Tetapi di samping itu, wujud pula golongan kaya raya yang menguasai pelbagai macam habuan materialisme melimpah ruah di luar pengiraan orang biasa atau orang awam.

Hakikatnya, penganugerahan rezeki oleh ar-Razzaq adalah sangat sempurna merangkumi keseluruhan rakyat, namun kesempurnaan ini dicabuli oleh tangan-tangan manusia yang korup dan tamak haloba yang secara langsung mencemarkan kesempurnaan penganugerahan rezeki ar-Razzaq tersebut.

Golongan ini menikmati habuan materialisme semahu-mahunya, manakala golongan awam yang terbanyak menjalani kehidupan sederhana dan ramai yang berada pada paras kemiskinan dan kemiskinan tegar.

Sekali lagi di sini, maka jelaslah bahawa masalah sebenarnya bukanlah ketiadaan habuan (rezeki) untuk sesebuah negeri, tetapi disebabkan oleh ketidakadilan dalam mengagihkan habuan tersebut.

Maka, kepada pemegang kuasa, diseru supaya berlaku adil dalam pengagihan rezeki kepada seluruh rakyat supaya hidup kita diberkati dan hidup kita ini menjadi selesa dan harmoni. Dalam hal yang sedang diperkatakan ini, pencerapan yang dilakukan adalah dari sudut makro.

Sekarang, kita beralih kepada pandangan atau pencerapan di aras mikro yang lebih menumpukan kepada permasalahan di peringkat individu.

Cuba kita bentuk senario berikut. Katakan seorang individu mendapati kesukaran dalam usaha mencari kerja (rezeki) sedangkan orang lain sudah pun mendapatkannya. Jadi bagi orang lain, ini bukanlah satu kesukaran (ertinya mereka ada rezeki).

Jadi, bagi individu berkenaan perlulah dia bermuhasabah dengan diri sendiri dalam mencari sebab mengapa orang lain boleh mendapatkan pekerjaan sedangkan dia tidak.

Apakah kekurangannya berbanding orang lain? Adakah kerana dia terlalu memilih pekerjaan dengan menumpukan kepada pekerjaan yang hanya bersesuaian dengan kelulusan yang dimiliki. Sekiranya jawapannya “ya”, maka individu ini seharusnya menukar sikap untuk mengambil setiap peluang walaupun tidak setaraf dengan kelulusan akademiknya.

Binalah hierarki kerjaya daripadanya dan sekiranya dia terus tekun bersabar membina kerjaya tersebut, maka percayalah pada suatu hari nanti, dia akan sampai ke puncak hierarki kerjaya berkenaan. Ini merupakan satu kejayaan dalam hidup duniawi.

Dengan contoh-contoh yang telah dipaparkan, sudah cukup untuk memberikan kita keyakinan untuk membuat kesimpulan bahawa “rezeki berada di mana-mana” sekiranya kita rajin dan tekun dalam mencarinya.

Secara keseluruhan daripada perbincangan ini, kita boleh membuat kesimpulan bahawa memang wujud perkaitan di antara konsep (ar-Razzaq dalam konteks tajuk perbincangan ini dipanggil Pemikiran Tauhid) dengan pembangunan ekonomi ummah”.

Nasihat Untuk Pengantin Baru

Nasihat Untuk Pengantin Baru

Setelah al-Harith bin Amr, raja negeri Kandah berkahwin dengan anak perempuan ‘Auf bin Muhlim Asyaibani, di waktu utusan di raja hendak membawa pengantin perempuan untuk disampaikan kepada Raja tadi, maka ibunya berwasiat kepada anak perempuannya ini. Dia berkata:-

“Wahai anakku!

Kalaulah wasiat ini

untuk kesempurnaan adabmu

aku percaya kau telah mewarisi segala-galanya,

Tetapi!

Ia sebagai peringatan untuk yang lalai

dan pedoman kepada yang berakal.

Andai ibu-bapamu dapat memberikan segala-galanya

nescaya,

tidak perlu bagimu seorang suami

dan kau terlalu berharga bagi kami,

Tetapi!

Wanita dicipta untuk lelaki

Lelaki dicipta untuk wanita.

Bercerailah kau dari ayunan buaianmu

meninggalkan teratak tempat besarmu

melangkah menuju ke alam baru

yang belum kau kenal

yang belum kau biasa

Kau memiliki suamimu

anggap dirimu sebagai hamba

tentunya suamimu

jadi teman yang paling setia

Bawalah wasiat dariku

sepuluh sifat

sebagai bekal perjalanan

menuju alam bahagia

Relakan hatimu

sekadar yang ada

semoga suci hatimu

dengan taat setia

dan hulur tanganmu

tanda mahu berganding bahu

jauhkan dirimu dari

segala yang jelek

yang dihidu atau dipandang mata

juga awasi gerak-lakumu

agar tidak sumbang mengguris rasa

Sembunyikan suram wajahmu

gantikan ia dengan sinar

secerah sang suria pagi

Dan badan yang semerbak harum

Bermandikan bauan

Mata berpasak, kening bercelak

Itu menambah seri

Itu membangkitkan berahi

Dan…..

Air cukup memadai

Bagi yang tiada

Jaga masa makannya

Juga waktu tidurnya

Kerana,

Perut kosong hilang bicara

Mata mengantuk hilang kesabaran di dada

Kunci mulutmu

Tabahkan hatimu

Badanmu terselamat

Jiwa temanmu tidak terseksa

Simpan dulu kerianganmu

Di kala dia berduka

Pendamkan kesedihanmu

Di kala dia bergembira

Akibat aksi tidak senada

Hilang simpatimu di sebab pertama

Keruh suasana di sebab kedua

Hulur tanganmu…

Andai kau menghulur sebelah tangan

Nescaya dia menghulur kedua belah tangan

Tidak cukup tangan, nyiru pula ditadahkan

Ketahuilah!

Kasihmu tidak sampai ke mana

Jika hatimu berdua tidak sejiwa

Kasih kau, kasihlah dia

Benci kau, bencilah dia

Allah saja yang menentukan nasibmu.”

“Kau bawalah wasiatku ini, dan sampaikan salamku kepada suamimu.” Beginilah ibu tadi menambah pesan kepada anaknya. Seterusnya wanita itu telah mencapai kedudukan yang mulia di sisi suaminya. Dia telah memperoleh tujuh orang anak lelaki, yang kesemua mereka telah menjadi pemerintah negeri Yaman selepas ayah mereka. Beginilah seterusnya status wanita-wanita yang memiliki kelebihan.

Aku sudahi dengan nama Allah, semoga Dia memberi taufik dan hidayat.

Penting Untuk Umat Islam

Kod Babi Pada Makanan – Penting Untuk Umat Islam

Seorang sahabat bernama Syeikh Sahib bekerja sebagai pegawai di Badan Pengawasan Ubat & Makanan (POM) di Pegal, Perancis. Tugasnya adalah mencatat semua mereka barang, makanan dan ubat-ubatan.

Produk apa pun yang akan disajikan suatu perusahaan ke pasaran,bahan-bahan produk tersebut harus terlebih dahulu mendapat izin dari Badan pengawas Ubat dan Makanan Perancis dan Syeikh Sahib bekerja di Badan tersebut bahagian QC , oleh sebab itu dia mengetahui pelbagai jenis bahan makanan yang dipasarkan. Banyak daripada bahan-bahan tersebut dituliskan dengan istilah ilmiah namun ada juga beberapa yang dituliskan dalam bentuk matematik seperti E-904, E-141. Awalnya, saat Syeikh Sahib menemukan bentuk matematik tersebut, dia ingin tahu dan kemudian menanyakan kod matematik tersebut kepada seorang Perancis yang berwenang dalam bidang itu dan orang tersebut menjawab ” KERJAKAN SAJA TUGASMU, DAN JANGAN BANYAK TANYA”.

Jawaban tersebut menimbulkan kecurigaan buat Syeikh Sahib dan dia kemudian mula mencari tahu kod matematik tersebut dalam dokumen yang ada. Ternyata apa yang dia temukan cukup memeranjatkan kaum Muslimin didunia.

Hampir di seluruh negara barat termasuk Eropah, pilihan utama untuk daging adalah daging babi. Penternakan babi sangat banyak di negara-negara tersebut. Di Perancis sendiri jumlah penternak babi mencapai lebih dari 42.000.

Jumlah kandungan lemak dalam tubuh babi sangat tinggi dibandingkan dengan haiwan lainnya. Namun orang Eropah dan Amerika berusaha menghindari lemak-lemak tersebut.

Kemudian yang menjadi pertanyaan sekarang;di manakah lemak-lemak babi tersebut ? Jawapannya adalah: Babi-babi tersebut dipotong di tempat perniagaan (secara) kecil-kecilan dalam pengawasan Badan POM dan yang memusingkan badan babi tersebut adalah untuk membuang lemak yang sudah dipisahkan dari daging babi. Dahulu kira-kira 60 tahun yang lalu, lemak-lemak tersebut dibakar.

Kemudian mereka berfikir untuk memanfaatkan lemak-lemak tersebut .Sebagai awal kajian, mereka membuat sabun dengan bahan lemak tersebut dan ternyata itu berhasil. Lemak-lemak tersebut diproses secara kimiawi, dikemas sedemikian rupa dan dipasarkan Dalam pada itu negara-negara di Eropah memperlakukan aturan yang mengharuskan bahan-bahan dari setiap produk makanan,ubat- ubatan harus dicantumkan pada kemasan.

Oleh karena itu bahan yang terbuat dari lemak babi dicantumkan dengan nama Pig Fat (lemak babi) pada kemasan produk. Mereka yang sudah tinggal di Eropah selama 40 tahun terakhir ini mengetahui hal tersebut.

Namun produk dengan bahan lemak babi tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam pada saat itu sehingga menimbulkan defisit perdagangan bagi negara pengeksport.

Menoleh ke masa lalu, jika anda hubungkan dengan Asia Tenggara, anda mungkin tahu tentang faktor yang menimbulkan perang saudara.

Pada saat itu, peluru senapang dibuat di Eropah dan diangkut ke belahan benua melalui jalur laut. Perjalanannya memakan waktu berbulan-bulan hingga mencapai tempat tujuan sehingga bubuk mesiu yang ada di dalamnya mengalami kerosakan karena terkena air laut.

Kemudian mereka punya idea untuk melapisi peluru tersebut dengan lemak babi. Lapisan lemak tersebut harus digigit dengan gigi terlebih dahulu sebelum digunakan. Saat berita mengenai pelapisan tersebut tersebar dan sampai ke telinga tentera yang kebanyakan Muslim dan beberapa Vegetarian (orang yang tidak makan daging), maka tentera – tentera tersebut menolak berperang sehingga mengakibatkan perang saudara ( civil war ).

Negara-negara Eropah mengakui fakta tersebut dan kemudian menggantikan penulisan lemak babi dalam kemasan dengan menuliskan lemak haiwan. Semua orang yang tinggal di Eropah sejak tahun 1970 – an mengetahuinya.

Saat perusahaan produsen ditanya oleh pihak berwenang dari negara Islam mengenai lemak haiwan tersebut, maka jawapannya bahawa lemak tersebut adalah lemak sapi(lembu) & domba, walaupun demikian lemak-lemak tersebut haram bagi Muslim kerana penyembelihan haiwan ternak tersebut tidak mengikuti syariat Islam.

Oleh karena itu produk dengan label baru tersebut dilarang masuk ke negara-negara Islam. Sebagai akibatnya,pengusaha produk menghadapi masalah kewangan yang sangat serius kerana 75% penghasilan mereka diperoleh dengan menjual produknya ke negara Islam, di mana laba penjualan ke negara Islam bisa mencapai jutaan dolar.

Akhirnya mereka memutuskan untuk membuat kodifikasi bahasa yang hanya diketahui oleh Badan POM sementara orang awam tidak mengetahuinya. Kod tersebut diawalkan dengan kod E-CODES. E-INGREDIENTS ini terdapat di banyak produk perusahaan multinasional termasuk pasta gigi, sejenis permen karet, coklat, gula-gula, biskut, makanan dalam tin, buah-buahan dalam tin dan beberapa multi vitamin dan masih banyak lagi jenis produk makanan & ubat-ubatan lainnya.

Semenjak produk – produk tersebut di atas banyak di konsumsi[penggunaan barang-barang (spt hasil pertanian, perusahaan, dll)]. oleh negara-negara Muslim, kita sebagai masyarakat Muslim tidak terkecuali sedang menghadapi masalah penyakit masyarakat yakni hilangnya rasa malu,kekerasan dan seks bebas.

Oleh itu, saya mohon kepada semua umat Islam untuk memeriksa terlebih dahulu bahan-bahan produk yang akan kita konsumsi dan mencocokkannya dengan daftar kod E-CODES berikut ini. Jika ditemukan kod-kod berikut ini dalam kemasan produk yang akan kita beli, maka hendaknya dapat dihindari karena produk dengan kod-kod tersebut dibawah ini mengandung lemak babi.

E100, E110, E120, E 140, E141, E153, E210, E213, E214, E216, E234, E252,E270, E280, E325,E326, E327, E334, E335, E336, E337, E422, E430, E431, E432, E433,E434, E435, E436, E440,E470, E471, E472, E473, E474, E475,E476, E477, E478, E481, E482, E483,E491, E492, E493, E494, E495, E542,E570, E572, E631, E635, E904.

Adalah tanggung jawab kita semua sebagai umat Islam untuk mengikuti syariat Islam dan juga memberitahukan informasi ini kepada saudara kita.

Sikap Manusia Terhadap Al Quran

Renungan dari Imam Syahod Hasan Al Banna:

Seseorang layak merasa hairan terhadap sikap kebanyakan manusia terhadap Allah swt.:

Al Quranul Karim.

Ikhwan sekalian, sebagaimana saya katakan sebelumnya, sikap kebanyakan manusia di masa kini terhadap kitab Allah ibarat kelompok manusia yang dilitupi kegelapan dari segala penjuru. Mereka kebingungan, berjalan tanpa apa-apa petunjuk apa pun. Kadang-kadang mereka terjatuh ke jurang, terkadang mereka berkeras hati seperti batu dan terkadang saling mundar mandir kebingungan seperti kehilangan punca.

Keadaan mereka terus demikian, tersesat membabi buta dan berjalan dalam kegelapan yang pekat. Sedangkan di hadapan mereka ada sebuah suis elektrik yang andaikata mereka tekan dengan jari, maka gerakan sedikit itu dapat menyalakan sebuah lampu yang terang benderang. Inilah saudaraku perumpamaan umat manusia sekarang dan sikap mereka terhadap kitab Allah.

Hari ini, manusia tidak menemui jalan selain berdoa, bersedih dan menangis, sungguh aneh kerana di hadapan mereka sebenarnya terdapat Al Quranul Karim, kitab Allah swt. Ibarat satu perumpamaan:

“Bak unta mati kehausan di padang pasir, sedangkan air terpikul di atas punggungnya.”Firman Allah swt yang bermaksud:

”Tetapi kami jadikan Al Quran itu cahaya, yang Kami tunjuki dengannya sesiapa yang Kami kehendaki di antara hamba-hamba Kami. Dan sesungguhnya Kami benar-benar memberi petunjuk kepada jalan yang lurus.” (Asy-Syura: 52)

”Adapun orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya terang yang diturunkan kepadanya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (Al-A’raf: 157)

”…Ini ialah Kitab (Al-Quran) Kami turunkan Dia kepadamu (Wahai Muhammad), supaya Engkau mengeluarkan umat manusia seluruhnya dari gelap-gelita kufur kepada cahaya iman – Dengan izin Tuhan mereka – ke jalan Allah Yang Maha Kuasa lagi Maha Terpuji.” (Ibrahim:1)

”Wahai ahli Kitab! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Rasul Kami (Muhammad, s.a.w) dengan menerangkan kepada kamu banyak dari (keterangan- keterangan dan hukum-hukum) yang telah kamu sembunyikan dari Kitab suci, dan ia memaafkan kamu (dengan tidak mendedahkan) banyak perkara (yang kamu sembunyikan) . Sesungguhnya telah datang kepada kamu cahaya kebenaran (Nabi Muhammad) dari Allah, dan sebuah Kitab (Al-Quran) yang jelas nyata keterangannya. Dengan (Al-Quran) itu Allah menunjukkan jalan-jalan keselamatan serta kesejahteraan kepada sesiapa yang mengikut keredaanNya, dan (dengannya) Tuhan keluarkan mereka dari gelap-gelita (kufur) kepada cahaya (iman) yang terang-benderang, Dengan izinNya; dan (dengannya juga) Tuhan menunjukkan mereka ke jalan yang lurus.” (Al-Maidah:15- 16).

Menghina Orang Lain

Salam semua.

Menghina Orang Lain

Hadith :

Rasulullah s.a.w bersabda yang maksudnya :” Sesiapa yang menolak kata-kata buruk terhadap kehormatan diri saudaranya, nescaya Allah menolak api neraka daripada mengenainya pada hari kiamat.”

Hadith riwayat Ahmad dan Tirmizi

Huraian
i) Memperli, memperolok-olok, mengejek, menghina, memperleceh, memperlekeh, memanggil dengan gelaran yang memalukan, menyatakan kekurangan orang secara terang-terangan dan sebagainya adalah perbuatan yang sangat dilarang oleh Allah.
ii) Sesiapa yang mencaci orang lain sebenarnya dia mencaci dirinya sendiri. Sebaiknya selaku umat Islam kita hendaklah hidup saling hormat-menghormati, bantu-membantu dan tolong-menolong. Justeru, apabila mendengar celaan, kita sepatutnya bertindak menyembunyikan keburukan tersebut sekalipun seseorang yang dicela itu memang telah melakukan sesuatu dosa yang mengaibkan kerana kemungkinan orang itu telah bertaubat dan taubatnya diterima oleh Allah. Sesungguhnya sesiapa yang berbuat demikian ganjarannya adalah amat besar di akhirat kelak.

Pasangan Yang Terbaik

Bagaimanakah cara mendapatkan pasangan yang baik?. Bagi mendapat pasangan yang baik kita perlu menjadi orang yang baik terlebih dahulu. Orang yang baik mendapat pasangan yang baik. InsyaAllah apabila kita ingin mendapatkan isteri yang solehah, kita perlu mendidik diri kita terlebih dahulu supaya menjadi orang soleh. Oleh sebab itu kuncinya adalah bukan kita yang mengejar calon pasangan kita. Perbaik kualiti diri dan ALLAH bakal mengurniakan jodoh yang baik untuk kita. Kita dianjurkan bagi memilih dan mencari jodoh, tetapi hakikatnya jodoh itu sudah ditentukan oleh ALLAH.

Cara Mendapatkan Pasangan yang Baik.

1- Kuatkan niat bagi beribadah.

2- Jangan terlalu menilai pandangan secara lahir dan dan perkuatkanlah pandangan zahir.

3- Meningkatkan kemampuan kita dengan berilmu dan berketerampilan.

4- Carilah di antara orang-orang yang soleh dan di tempat-tempat terpuji.

ALLAH menjelaskan lagi di dalam Al-Quran surah an- Nur ayat 3 yang bermaksud,

“Lelaki yang berzina tidak mengawini melainkan perempuan yang berzina, atau pun perempuan yang musyrik dan perempuan yang berzina tidak dikahwini melainkan oleh lelaki yang berzina dan musyrik dan demikian itu diharamkan ke atas orang-orang yang mukmin”.

Mukjizat di sebalik BISMILLAH

BISMILLAH adalah sebutan/nama singkat dari lafaz “BISMILLAHIR ROHMAANIR ROHIIM” yang bermaksud “Dengan nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.”

KELEBIHAN-KELEBIHAN BISMILLAH

1. Yang pertama ditulis Qalam adalah BISMILLAH. Maka apabila kamu menulis sesuatu, maka tulislah BISMILLAH pada awalnya kerana BISMILLAH tertulis pada setiap wahyu yang Allah turunkan kepada Jibrail.
2. “BISMILLAH untukmu dan umahmu, suruhlah mereka apabila memohon sesuatu dengan BISMILLAH. Aku tidak akan meninggalkannya sekejap mata pun sejak BISMILLAH diturunkan kepada Adam.” (Hadith Qudsi)
3. Tatkala BISMILLAH diturunkan ke dunia, maka semua awan berlari ke arah barat, angin terdiam, air laut bergelora, mendengarkan seluruh binatang dan terlempar semua syaitan.
4. Demi Allah dan keagunganNya, tidaklah BISMILLAH itu dibacakan pada orang sakit melainkan menjadi ubat untuknya dan tidaklah BISMILLAH dibacakan di atas sesuatu melainkan Allah beri berkat ke atasnya.
5. Barangsiapa yang ingin hidup bahagia dan mati syahid, maka bacalah BISMILLAH setiap kali memulakan sesuatu perkara yang baik.
6. Jumlah huruf dalam BSMILLAH ada 19 huruf dan malaikat penjaga neraka ada 19 ( QS.AL Muddatsir:30) .Ibnu Mas’ud berkata: “Sesiapa yang ingin Allah selamatkan dari 19 malaikat neraka maka bacalah BISMILLAH 19 kali setiap hari.”
7. Tiap huruf BISMILLAH ada JUNNAH (penjaga/khadam) hingga tiap huruf berkata, “Siapa yang membaca BISMILLAH maka kamilah kekuatannya dan kamilah kehebatannya. “
8. Barangsiapa yang memuliakan tulisan BISMILLAH nescaya Allah akan mengangkat namanya di syurga yang sangat tinggi dan diampunkan segala dosa kedua orang tuanya.
9. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH maka akan bertasbihlah segala gunung kepadanya.
10. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 21 kali ketika hendak tidur, maka akan terpelihara dari gangguan syaitan, kecurian dan kebakaran, maut mendadak dan bala.
11. Barangsiapa yang membaca BISMILLAH sebanyak 50 kali di hadapan orang yang zalim, hinalah dan masuk ketakutan dalam hati si zalim serta naiklah keberanian dan kehebatan kepada si pembaca.

Salam Ukhwah

Insyallah

Hikmah Solat Tahajud

SATU cara paling ideal bagi seorang Muslim untuk berhubungan dengan Allah ialah mengerjakan ibadat pada waktu tengah malam, ketika suasana sunyi sepi dengan kebanyakan makhluk nyenyak tidur dan penuh kesejukan.

Pada waktu itu seorang Muslim boleh beristighfar, memuji, mensuci dan membesarkan Allah, malah mengerjakan solat sunat tahajud serta solat taubat.

Bagaimanapun, bukan satu perkara mudah untuk bangun dari tidur sedang orang lain lena dibuai mimpi. Bukan mudah untuk berwuduk dalam kedinginan malam yang mencengkam tulang dan bukan sesuatu yang mudah untuk mengangkat takbir menghadap Allah dalam keadaan mata terkebil-kebil.

Justeru, tidak ramai yang boleh bangun bertahajud, walaupun mengetahui banyak kelebihannya kecuali mereka yang benar-benar tertarik dengan keindahan Allah, berbanding keindahan mimpi di dalam tidurnya.

“Dan dari malam, hendaklah engkau bertajahud (tinggalkan tidur untuk solat) semoga Tuhan-Mu mengangkat kamu pada kedudukan yang terpuji.” (al-Isra: 79)

Solat tahajud adalah satu peluang keemasan ditawarkan kepada manusia untuk mengeratkan perhubungan mereka dengan Allah.

Kesusahan hanya dirasai mereka yang jarang atau tidak pernah melakukannya, tetapi bagi mereka yang biasa, ia menjadi satu kenikmatan pula. Malah, bagi yang dapat menghayatinya mereka akan berasa kerugian besar jika tertinggal daripada mengerjakan solat berkenaan.

Pada sepertiga malam pintu langit terbuka luas menerima taubat hamba-Nya. Malaikat membawa kendi emas untuk mengumpul air mata taubat bagi menyiram api neraka yang sedia menanti untuk membakar tubuh manusia di akhirat nanti.

Sabda Rasulullah s.a.w bermaksud: “Allah s.w.t sayang kepada lelaki yang bangun malam kemudian mengerjakan solat dan akan membangunkan isterinya manakala kalau isterinya enggan, dipercikkan air di wajahnya. Allah s.w.t sayangkan perempuan yang bangun malam kemudian mengerjakan solat dan membangunkan suaminya manakala jika suaminya enggan, dipercikkan air ke wajahnya.” (Hadis riwayat Abu Daud)

Amalan solat tahajud bukan hanya diamalkan Nabi Muhammad s.a.w, malah ia diamalkan umat nabi sebelumnya. Ini bererti perintah mengerjakan tahajud bukanlah dikhususkan kepada umat Nabi Muhammad s.a.w semata-mata.

Saidina Umar al-Khattab menyatakan kelebihan solat malam dengan berkata: “Sesiapa mengerjakan solat malam (tahajud) dengan khusyuk nescaya dianugerahkan Allah sembilan perkara, lima di dunia dan empat di akhirat. Kurniaan di dunia ialah:-

Jauh daripada segala penyakit

Lahir kesan takwa pada wajahnya

Dikasihi sekelian mukmin dan seluruh manusia

Percakapannya mengandungi hikmah (kebijaksanaan)

Dikurniakan kekuatan dan diberi rezeki dalam agama (halal dan diberkati)

Sementara empat perkara di akhirat ialah:-

Dibangkitkan dari kubur dengan wajah berseri-seri

Dipermudahkan hisab

Cepat melalui sirat al-Mustaqim seperti kilat

Diserahkan suratan amalan pada hari akhirat melalui tangan kanan.”

« Older entries Newer entries »